Senin, 31 Oktober 2011

Efek Negatif Bahaya Internet Bagi Anak


Internet saat ini telah menjadi sebuah dunia yang mampu menarik minat semua anak-anak. Segala macam informasi dapat dijumpai di internet, mulai dari yang baik hingga yang sangat berbahaya. Atas itulah Eset mengembangkan teknologi software-nya demi menjawab hal tersebut

Konten informasi yang tidak layak inilah yang potensial membahayakan sehingga internet menjadi sebuah dunia sekaligus sumber informasi yang berbahaya jika digunakan secara tidak semestinya dan tanpa pengawasan langsung dari orang tua. Konten yang tidak layak untuk anak-anak diantaranya yaitu konten pornografi, kekerasan, obat-obat terlarang, perjudian, dan lain-lain.

“Kemudahan mendapatkan informasi di Internet harus selalu diikuti dengan keamanan, terlebih untuk anak-anak karena internet menyediakan seluruh informasi yang baik dan buruk. Menggunakan module pengamanan pada perangkat komputer yang digunakan untuk berinternet akan sangat membantu, namun yang terpenting adalah pendekatan orang tua ke anak,” ujar Yudhi Kukuh dari ESET Indonesia, di keterangan resminya.

Dari hasil riset yang dilakukan ada 1 dari 7 orang anak berusia antara 10 sampai 17 tahun yang mengalami pelecehan seksual dalam bentuk ajakan untuk melakukan seks secara online. pelecehan tersebut biasanya melalui media chatting. Selain itu hanya dengan melakukan pencarian sederhana menggunakan acid engine, sudah mampu membuka 200 juta halaman porno di internet.

Atas hal tersebut ESET kemudian melibatkan para orang tua sebagai sumber information untuk mengetahui potensi bahaya internet terhadap anak-anak. Hasil akhir dari proses kepedulian tersebut adalah fitur parental control pada program ativirus ESET.

Menurut temuan yang diperoleh Online Security Brand Tracker, sebuah lembaga riset yang terlibat dalam melakukan proyek penelitian bersama dengan InSites Consulting (April – May 2011), yang mana ESET juga terlibat didalamnya, menemukan bahwa lebih dari separuh pengguna internet atau sekira 53.7 persen menilai bahwa kerentanan anak-anak terhadap paparan konten yang tidak layak merupakan ancaman yang besar. Sementara 25,9 persen di antaranya menganggap sebagai ancaman terbesar, lalu 14,6 persen menilainya sebagai ancaman yang sangat besar dan 13,2 persen menilainya sebagai ancaman yang cukup besar

Antivirus ESET dengan teknologi ThreatSense hasil pengembangan terbaru akan semakin cepat dan akurat dalam melakukan deteksi proaktif. Pemakaian memory yang kecil di dalamnya juga membuat tetap ringan dengan performa yang tetap dapat diandalkan.

Berikut adalah 5 tips penting dari Eset untuk para orang tua:

  •  Buatlah akun dan username tersendiri untuk anak anda: Anak-anak harus punya akun sendiri di PC, dan memiliki username sendiri. Inilah satu-satunya cara yang efisien untuk mengawasi aktifitas apa saja yang dilakukannya di internet dan orang tualah yang menjadi complement administratornya.
  •  Update. Software antivirus dan parental control harus tetap refurbish
  •  Awasi situs-situs yang dikunjungi anak lewat histori browsing. Jika ditemukan histori yang terhapus, bisa menjadi pertanda awal jika ada yang dirahasiakan. Diskusikanlah dengan mereka tentang hal itu.
  •  Awasi web camera pada komputer. Pastikan kamera webcam tidak terkoneksi dengan internet jika kamera tidak sedang digunakan.
  •  Periksalah konfigurasi akun jejaring sosial anak anda: Wall facebook adalah tempat untuk berbagi di ranah publik, sama sekali tidak ada batasan, sehingga potensial memunculkan resiko bagi keamanan anak-anak.
Artikel Terkait

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Komentar Dengan Etika Dunia Online. Untuk Mendapatkan Backlink, Tinggalkan link anda di Menu Tukar Link