Rabu, 01 Februari 2012

Kanker Rahim ; Penyebab, Gejala Dan Pengobatannya

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi informasi  tentang penyakit yang mengancam wanita diseluruh dunia dan selama ini telah menjadi pembunuh wanita No. 1 didunia.

Kanker rahim (uterus) merupakan salah satu jenis kanker yang menakutkan bagi seorang perempuan. Kanker ini dianggap menjadi penyebab kematian terbesar wanita di dunia.Kanker rahim biasanya terjadi setelah masa menopause, paling sering menyerang wanita berusia 50-60 tahun. Kanker bisa menyebar (metastase) secara lokal maupun ke berbagai bagian tubuh (misalnya kanalis servikalis, tuba falopii, ovarium, daerah di sekitar rahim, sistem getah bening atau ke bagian tubuh lainnya melalui pembuluh darah).

Apa Penyebab Kanker Rahim?

Seperti halnya kanker lainnya, penyebab kanker inipun belum diketahui secara pasti. Akan tetapi diduga beberapa issu berikut menjadi penyebabnya :
1. Penyebabnya adalah virus Human Papilloma Virus (HPV), diduga virus ini muncul karena perilaku berganti-ganti pasangan seks.
2. Hubungan seksual dibawah usia 17 tahun.
3. Merokok
4. Pembersihan Vagina. Para wanita sering tergoda dengan iklan pembersih yang konon dapat    membersihkan vagina dari kuman.
  Padahal di mulut vagina terdapat    kuman yang disebut Basillus
  Doderlain, penghasil asam laktat yang memang fungsinya menjaga kelembaban vagina.
5. Kebiasaan Menaburi vagina dengan bedak. Jika ada satu butir dari bedak tersebut yang menempel, maka akan mengalami infeksi dan menimbulkan luka di ovarium.

Siapa Saja Yang Memiliki Resiko Tinggi Kanker Rahim?

Penelitian telah menemukan beberapa faktor resiko pada kanker rahim:
1. Usia, kanker uterus terutama menyeranga wanita berusia 50 tahun keatas.
2. Terapi Sulih Hormon (TSH), TSH digunakan untuk mengatasi gejala-gejala menopause,    mencegah osteoporosis dan mengurangi resiko penyakit jantung atau stroke.
3. Obesitas. Tubuh membuat sebagian estrogen di dalam jaringan lemak sehingga wanita yang gemuk memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi. Tingginya kadar estrogen merupakan penyebab meningkatnya resiko kanker rahim pada wanita obes.
4. Diabetes (kencing manis)
5. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
6. Tamoksifen
  Wanita yang mengkonsumsi tamoksifen untuk mencegah atau mengobati kanker payudara memiliki resiko yang lebih tinggi. Resiko ini tampaknya berhubungan dengan efek tamoksifen yang menyerupai estrogen terhadap rahim. Keuntungan yang diperoleh dari tamoksifen lebih besar daripada resiko terjadinya kanker lain, tetapi setiap wanita memberikan reaksi yang berlainan.
7. Ras. Kanker rahim lebih sering ditemukan pada wanita kulit putih.
8. Kanker kolorektal
9. Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun.
10.Menopause setelah usia 52 tahun
11.Tidak memiliki anak
12.Kemandulan
13.Penyakit ovarium polikista
14.Polip endometrium.

Bagaimana Gejala Kanker Rahim?

Berikut beberapa gejala kanker rahim :

1.Perdarahan rahim yang abnormal
2.Siklus menstruasi yang abnormal
3.Perdarahan diantara 2 siklus menstruasi (pada wanita yang masih mengalami menstruasi)
4.Perdarahan vagina atau spotting pada wanita pasca menopause
5.Perdarahan yang sangat lama, berat dan sering (pada wanita yang berusia diatas 40 tahun)
6.Nyeri perut bagian bawah atau kram panggul
7.Keluar cairan putih yang encer atau jernih (pada wanita pasca menopause)
8.Nyeri atau kesulitan dalam berkemih
9.Nyeri ketika melakukan hubungan seksual.

Bagaimana Mendeteksi Kanker Rahim?

Kanker Rahim dapat dideteksi melalui Pap smear test.

Bagaimana Mengobati Penyakit Kanker Rahim?

Jika sudah terdeteksi adanya sel kanker, maka pengobatannya dapat dilakukan sebagai berikut:

1.Operasi, jika sel kanker belum menyebar ke luar endometrium  (lapisan rahim), pengobatan cukup melalui pengangkatan saja.

2.Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi  yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal, jika sel  kanker sudah menyebar maka perlu dilakukan penyinaran (radiasi)  atau kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker yang sudah menyebar  tersebut.

Harapan Baru Bagi Para Penderita Kanker

Selain operasi dan radioterapi terdapat pengobatan yang aman dan tanpa efeksamping bagi sel-sel tubuh yang sehat yaitu melalui perawatan sistem imun.  Sistem imun dapat diperkuat sehingga mampu membunuh sel-sel kanker, bahkan membunuh sel-sel kanker yang tidak dapat dibuang melalui operasi dan kemoterapi.

Sebuah riset yang dilakukan oleh Darry See, seorang professor klinik dari WHO (World Health Organization), terhadap 20 orang penderita kanker stadium 4. 16 orang diantara berhasil selamat dan sembuh dari kanker setelah mengkonsumsi transfer factor plus. Dr. Darryl See menyatakan bahwa belum pernah ditemukan sejenis herbal, produk makanan kesehatan atau obat-obatan yang mempunyai kekuatan dalam merangsang & meningkatkan daya imun seperti transfer factor.

Jadi jika Tuhan menguji anda dengan penyakit kanker, jangan takut...Dia telah menciptakan obatnya untuk Anda....

Jika anda atau orang yang anda sayangi terkena kanker rahim, segera gunakan transfer factor untuk membunuh sel-sel kanker yang bersarang di rahimnya. Pengobatan dengan transfer factor efektif dan tanpa efek samping.

Kesehatan kita adalah investasi yang tak ternilai, setiap detik dalam hidup anda adalah saat-saat yang penting, jangan biarkan penyakit menganggu kesehatan anda.

Artikel Terkait

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Komentar Dengan Etika Dunia Online. Untuk Mendapatkan Backlink, Tinggalkan link anda di Menu Tukar Link