Kamis, 07 Juni 2012



Belum lama ini telah hadir di Indonesia sebuah teknologi komunikasi yang super canggih di dalam dunia maya. Alat ini dapat membantu seseorang dalam mencari teman sebanyak-banyaknya. Alat ini biasa dikenal dengan “Facebook”. Keberadaan facebook pun tidak terlepas dari seorang alumnus asal Harvard yang bernama Mark Zuckerberg.Tahun 2004 Mark berhasil menemukan alat canggih jaringan sosial yang berfungsi mencari teman sebanyak-banyaknya di dunia maya yang ia beri nama facebook. 

Awalnya facebook hanya diperuntukan bagi mahasiswa Harvard saja, namun karena banyak peminatnya facebook pun menjadi terkenal dan mendunia sehingga Mark memutuskan untuk keluar dari Harvard dan memilih untuk lebih fokus dengan teknologi ciptaanya itu. Karena facebook Mark akhirnya menjadi orang terkaya sekaligus pengusaha sukses termuda di dunia.

Kehadiran Facebook di tanah air disambut baik oleh seluruh masyarakat terutama kaum pelajar. Terbukti Indonesia merupakan negara pengguna Facebook terbesar di dunia. Tanpa kita sadari Facebook secara tidak langsung telah mengubah kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Menurut artikel yang saya baca ada beberapa dampak negative Facebook terhadap kehidupan social masyarakat Indonesia.

• Mengurangi kinerja Pekerja Indonesia.
Banyak dari karyawan, mahasiswa dan pekerja Indonesia yang bermain Facebook saat harus bekerja dan menuntut ilmu sehingga melupakan kewajiban pokoknya. Karena kinerja karyawan tersebut tidak memuaskan maka dia dipecat oleh atasanya dan secara tidak langsung Facebook telah menambah jumlah pengangguran yang ada di Indonesia.

• Berkurangnya Sosialisasi Dengan Keluarga.
Banyak dari orang tua Indonesia yang lebih mementingkan Facebook ketimbang berkomunikasi dengan anaknya sehingga anaknya tidak terurus dan timbul rasa benci terhadap orangtuanya. Tentu hal ini akan berpengaruh terhadap kondisi kejiwaan dan psikologis anak tersebut.

• Tergantikanya Kehidupan Sosial.
Banyak dari masyarakat Indonesia terutama kaum pelajar yang lebih memilih bermain Facebook di luar rumah ketimbang bermain dengan temanya di luar rumah. Ini menyebabkan terjadinya kesenjangan social.
• Batasan Ranah Pribadi dan Sosial yang menjadi Kabur.
Banyak dari masyarakat Indonesia yang secara tidak sengaja menuliskan masalah pribadinya seperti keretakan dalam rumah tangga ke dalam Facebook sementara Facebook adalah jaringan social sehingga masalah pribadi tersebut akhirnya diketahui oleh banyak orang sehingga menjadi masalah social.
• Kesalahpahaman.
Facebook merupakan jaringan social yang terbuka untuk umum sehingga orang bebas menuliskan apa saja didalanya. Kadang-kadang tulisan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan sehingga menimbulkan kesalahpahaman baik antar teman maupun antar keluarga sehingga terjadi konflik.

• Penipuan
Seperti media online lainnya Facebook juga rentan akan penipuan. Sering kali kita mendengar berita criminal yang masih berhubungan dengan jaringan social tersebut. Seperti kasus penculikan anak yang melibatkan teman Facebooknya.

• Membuat Seseorang Menyendiri dan Susah Bergaul
Seseorang yang hobi bermain Facebook biasanya sibuk dengan dunianya sendiri dan tidak perduli dengan orang-orang yang tinggal disekitarnya karena terlalu asyik bermain Facebook.

• Kurangnya Sosialisasi Dengan Lingkungan.
orang yang suka bermain Facebook akan sulit berinteraksi dengan orang lain karena jarang keluar rumah dan bergaul secara langsung dengan temanya. Biasanya kasus seperti ini rentan terjadi pada pelajar Indonesia. Mereka lebih memilih menulis sesuatu yang tidak penting di Facebook ketimbang bergaul dengan temanya secara langsung.

• Menghamburkan Uang.
Seseorang yang telah membuka Facebook akan merasa ketagihan dan ingin membukanya kembali. Tentu hal ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat Indonesia. Uang yang harusnya digunakan untuk hal-hal penting malah habis karena harus membayar tagihan Facebook.

• Membuang-buang Waktu.
Jika seseorang telah tergila-gila dengan Facebook, maka ia akan melupakan segalanya termasuk waktu. Waktu yang harusnya dipakai untuk bekerja, malah dipakai untuk berselancar di dunia maya, padahal kita telah mengetahui bahwa waktu adalah uang. Jika kita membuag waktu kita, maka sama saja kita telah membuang uang kita. Kasus ini juga yang terjadi pada masyarakat Indonesia saat ini.

Kehadiran Facebook di tanah air tidak hanya membawa dampak positif, tapi juga membawa banyak dampak negative. Facebook secara langsung telah mengubah kehidupan social masyarakat Indonesia dari Masyarakat yang suka bergaul dan berinteraksi dengan sesamanya menjadi masyarakat yang individualis dan tidak perduli lingkungan disekitarnya. Selain itu Facebook juga berpengaruh terhadap kondisi perekonomian masyarakat Indonesia karena harus menyisihkan sebagian uangnya untuk membuka jaringan social yang tidak penting tersebut.Hal ini menyebabkan masyarakat indonesia menggunakan uang mereka secara tidak produktif.

Kini hal yang bisa kita lakukan adalah mengurangi penggunaan Facebook secara berlebihan dan tidak terkontrol karena dapat mengubah kehidupan social masyarakat indonesia. Kita boleh merenspon moderenisasi, tapi kita juga harus merawat tradisi yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita.

Silahkan Komentar Dengan Etika Dunia Online. Untuk Mendapatkan Backlink, Tinggalkan link anda di Menu Tukar Link
EmoticonEmoticon