Senin, 31 Maret 2014

Prospek Peluang Bisnis Tahun 2014


http://client.indowebsite.net/aff.php?aff=1007

Ada banyak sekali peluang bisnis tahun 2014 yang cukup prospektif untuk dikejar. Apalagi menurut para pengamat, tahun 2014 merupakan tahun peningkatan, baik dalam dunia bisnis, sosial, politik, maupun berbagai aspek kehidupan lainnya. Dengan ketajaman sensitivitas bisnis (sense of business) dalam melihat berbagai fenomena yang ada, maka banyaknya peluang yang tersaji di tahun 2014 perlu dimanfaatkan dengan baik jika anda ingin terjun ke dunia bisnis.

Berikut beberapa peluang bisnis tahun 2014 yang sangat prospektif yang dapat dikerjakan tanpa memerlukan modal besar. Peluang-peluang ini didasarkan pada sejumlah momentum yang akan terjadi atau dilaksanakan di tahun 2014, sehingga cukup riil.

Peluang Bisnis Kaos

Peluang bisnis kaos di sini mencakup berbagai usaha yang lebih spesifik, dari pengadaan bahan kaos, pembuatan kaos, hingga sablon kaos. Momentum 5 tahunan penyelenggaraan pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan pemicu yang akan melahirkan besarnya peluang usaha bisnis kaos ini. Begitu juga dengan penyelenggaraan kejuaraan sepakbola Piala Dunia 2014 yang akan mendorong gairah fans dan penggila bola untuk membeli jersey kaos bola.

Jika anda memiliki modal terbatas, anda tidak harus membeli peralatan produksi sendiri melainkan dapat menjalin kerja sama dengan usaha sablon kaos yang telah ada. Begitu juga untuk bahan kaosnya anda tak perlu mencari sendiri melainkan serahkan saja pada pengusaha sablon. Dengan kata lain, anda cukup menjadi tenaga marketing alias menjadi  “makelar” dalam menangkap peluang bisnis tahun 2014 ini dengan mengambil sedikit margin keuntungan dari harga standar yang ditentukan si pengusaha sablon.

Peluang Bisnis Percetakan

Usaha percetakan bukanlah bisnis musiman yang ramai hanya pada waktu tertentu. Namun usaha ini akan mendapatkan kenaikan omset yang tak sedikit jika pandai memanfaatkan momentum. Nah, peristiwa besar pesta demokrasi Pemilu dan Pemilihan Presiden 2014 juga merupakan momentum pemicu yang mesti dimanfaatkan dengan baik. Dalam hal ini bukan hanya partai politik peserta pemilu yang berkepentingan, namun juga para calon anggota legislatif (caleg) maupun para calon Presiden (capres) juga membutuhkan banyak produk cetakan untuk kampanye mereka, dari brosur, leaflet, baliho, spanduk, poster, maupun stiker.

Peluang Bisnis Internet

Rumor tentang akan matinya dunia internet akibat banyaknya pembatasan akses internet yang diterapkan berbagai negara tidaklah berdasar. Apalagi nilai transaksi online di seluruh dunia memperlihatkan lompatan jumlah yang sangat besar. Begitu juga di Indonesia, selain nilai transaksi e-commerce yang terus meningkat, tingkat kepercayaan masyarakat dalam melakukan transaksi melalui internet juga makin tinggi. Inilah peluang bisnis tahun 2014 yang perlu ditangkap dengan cerdas dalam banyak bentuk, dari toko online, jasa SEO, hingga pelatihan internet.

Peluang Bisnis Herbal

Makin meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan juga mendorong besarnya peluang bisnis herbal yang semakin menggiurkan. Mengutip data dari AC Nielsen, produk herbal dan pengobatan tradisional menduduki posisi 10 besar sebagai pemasang iklan terbesar dengan nilai mencapai Rp 121 bilion. Itu belanja iklan tahun 2004 dan naik menjadi Rp 136 bilion pada tahun 2005. Peluang bisnis herbal terus meningkat, terutama di tahun 2014 yang diperkirakan juga akan mengalami peningkatan yang pesat.

Peluang Bisnis Wisata

Makin membaiknya perekonomian Indonesia maupun dunia mendorong para traveler untuk melakukan kunjungan ke berbagai belahan dunia. Lihat saja saat liburan sekolah, semua jenis transportasi dan sarana wisata penuh wisatawan. Banyak bagian dalam sector ini yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang bisnis tahun 2014 yang prospektif, seperti jasa penjualan tiket, tour guide, hingga penjualan cinderamata.

APBD 2014 Bengkalis Positif Gunakan Perkada ???

Bengkalis - APBD Bengkalis Tahun 2014 mencatat sejarah baru. Untuk pertama kali, pengesahannya tanpa melibatkan DPRD, namun menggunakan Peraturan Kepala Daerah (Perkada). Lalu apa itu Perkada, menggunakan dasar apa, prosedur bagaimana dan kapan Perkada bisa digunakan dalam menetapkan APBD?

Perkada merupakan peraturan perundang-undangan yang dibentuk kepala daerah, tanpa melalui proses kesepakatan dan pembahasan bersama DPRD. Perkada tentang APBD telah diatur dalam Permendagri No 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Daerah. Dalam Permendagri telah diatur, Perkada dapat diajukan kepala daerah bila DPRD sampai batas waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104 ayat (2), yaitu satu bulan menjelang tahun anggaran sebelumnya berakhir tidak menetapkan persetujuan bersama dengan kepala daerah terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD/

Dalam hal ini, kepala daerah melaksanakan pengeluaran setinggi-tingginya sebesar angka APBD tahun anggaran sebelumnya, untuk membiayai keperluan setiap bulan.

Sekretaris Daerah Bengkalis, Burhanudin mengatakan, sampai pertengahan Februari 2014, RAPBD Bengkalis 2014 belum juga disahkan DPRD. Jangankan disahkan, KUA-PPAS saja belum diteken. Padahal sudah diajukan ke Dewan sejak Agustus 2013. KUA-PPAS baru diteken setelah Bupati mengajukan Rancangan Perkada ke Gubri tanggal 13 Februari.

"Gubri waktu itu memberikan kesemapatan kepada Dewan untuk mengesahkan APBD, tapi sampai batas waktu yang ditetapkan Gubri tanggal 6 Maret 2014, tetap juga belum disahkan," papar Burhanudin, akhir pekan lalu.

Melalui Perkada diatur kalau pengeluaran setinggi-tingginya untuk keperluan setiap bulan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diprioritaskan untuk belanja yang bersifat mengikat dan belanja yang bersifat wajib. Selanjutnya pada pasal (3) dijelaskan kalau belanja yang bersifat mengikat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan belanja yang dibutuhkan secara terus menerus dan harus dialokasikan oleh pemerintah daerah dengan jumlah yang cukup untuk keperluan setiap bulan dalam tahun anggaran yang bersangkutan, seperti belanja pegawai, belanja barang dan jasa.

Dikatakan, belanja yang bersifat wajib adalah belanja untuk terjaminnya kelangsungan pemenuhan pendanaan pelayanan dasar masyarakat antara lain pendidikan dan kesehatan dan/atau melaksanakan kewajiban kepada pihak ketiga.

"Pada Pasal 107 ayat (1) disebutkan, rencana pengeluaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) disusun dalam rancangan peraturan kepala daerah tentang APBD. Pada ayat (2) disebutkan lagi, rancangan peraturan kepala daerah tentang APBD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan setelah memperoleh pengesahan dari Menteri Dalam Negeri bagi provinsi dan gubernur bagi kabupaten/kota," tukasnya.

Kemudian ayat (3) diatur, pengesahan rancangan peraturan kepala daerah tentang APBD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan keputusan Menteri Dalam Negeri bagi provinsi dan keputusan gubernur bagi kabupaten/kota.

"Proses ini sudah dilewati eksekutif. Meski sempat tersiar kabar Perkada sudah sempat diteken Gubernur Riau, namun sampai hari ini belum ada disampaikan ke Pemkab Bengkalis. Karena tidak ada jawaban atau persetujuan terhadap Rancangan Perkada APBD 2014 yang diajukan oleh Bupati Bengkalis, Pemkab tetap melaksanakan APBD menggunakan Perkada sesuai yang diatur dalam  Pasal 108 ayat (1) bahwa penyampaian rancangan peraturan kepala daerah untuk memperoleh pengesahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (3) paling lama 15 (lima belas) hari kerja terhitung sejak DPRD tidak menetapkan keputusan bersama dengan kepala daerah terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD,"terang Sekda.

Selanjutnya pada ayat (2) apabila dalam batas waktu 30 (tiga puluh) hari kerja Menteri Dalam Negeri/gubernur tidak mengesahkan rancangan peraturan kepala daerah tentang APBD sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kepala daerah menetapkan rancangan peraturan kepala daerah dimaksud menjadi peraturan kepala daerah.

"Jangka waktu 30 hari kerja sejak Perkada diajukan ke Gubernur (13 Februari sampai 27 Maret) telah terlampaui. Sesuai Pasal 108 Permendagri 13/2006, Bupati dapat menetapkan Perkada dan melaksakannya," ujar Burhanudin