Senin, 31 Oktober 2011

Google+ Dipakai Lebih Dari 10juta Orang


Hanya dalam dua minggu di umumkan, pengguna Google+ sudah menyentuh angka 10 juta, hal itu merupakan prestasi luar biasa mengingat sebelumnya Google telah gagal membuat laman media sosial.
Pendiri Ancestry.com Paul Allen yang memperkirakan jumlah pengguna Google+ mencapai 10 juta, meskipun kesiapan layanan jejaring sosial itu sendiri belum maksimal.

Allen mengungkapkannya berdasarkan analisa information nama panggilan dari Biro Sensus Amerika Serikat. Dalam sebuah posting di Google+, dia menulis, “Dengan menggunakan 100-200, contohnya nama keluarga, saya bisa  memperkirakan secara akurat sum presentase penduduk AS yang telah mendaftar Google+. Kemudian saya menggunakan angka itu dan mengkalkulasikan rasio antara pengguna AS dengan pengguna non AS di seluruh dunia untuk menghasilkan perkiraan.”

Google belum resmi merilis angka pengguna layanan itu. Meskipun demikian, banyak bukti yang menunjukan animo pengguna tinggi terhadap Google + dengan jumlah pengguna sudah puluhan ribu orang pada tahap awal.

Meskipun laman jejaring sosial Google telah diterima dengan baik,  dalam posting Google + baru-baru ini, Vic Gondotra, wakil senir presiden Google mengatakan, “ada banyak kritik untuk Google +. Kami mendengarkan dan bekerja untuk memperbaikinya. Tunggu ! perubahan dalam minggu ini.”

Saat ini, Google masih berada di belakang kompetitor jejaring sosial lainnya seperti Twitter dan Facebook. Twitter memiliki pengguna lebih dari 300 juta dan Facebook pada pekan lalu mengumumkan jumlah penggunanya lebih dari telah 750 juta, demikian dikutip dari Telegraph.

LEBIH DARI 3 MILYAR FOTO YANG DI UPLOAD KE GOOGLE

Pihak Google baru saja mengumumkan kalau saat ini sudah ada sekira 3,4 miliar foto yang diunggah di layanan jejaring sosial besutan mereka, yakni Google+.

Layanan jejaring anyar yang kini memiliki sekira 40 juta lebih pengguna tersebut sudah memasang sekira 3,4 miliar foto hasil unggahan dalam kurun waktu 100 hari terakhir.

Vic Gundotra, Senior Vice President of Social dari Google mengumumkan pencapaian baru perusahaan tersebut di acara konferensi Web 2.0. Hal tersebut ia lakukan dalam merespon keraguan orang selama ini atas Google+. “Para pengguna lah yang telah mengunggah foto-foto tersebut,” ujarnya.

Angka-angka tersebut tentunya masih sangat rendah jika dibandingkan dengan Facebook. Seperti yang diumumkan tahun ini, Facebook telah menyimpan sekira 100 miliar foto unggahan di arsip mereka, dengan sekira 6 miliar foto yang diunggah setiap bulannya. Demikian seperti yang dikutip dari Mashable.

Dengan pencapaian baru ini mungkin para pengguna Google+ atau orang-orang Google bisa sedikit optimis bahwa suatu saat layanan mereka mungkin bisa menyaingi Facebook.

Efek Negatif Bahaya Internet Bagi Anak


Internet saat ini telah menjadi sebuah dunia yang mampu menarik minat semua anak-anak. Segala macam informasi dapat dijumpai di internet, mulai dari yang baik hingga yang sangat berbahaya. Atas itulah Eset mengembangkan teknologi software-nya demi menjawab hal tersebut

Konten informasi yang tidak layak inilah yang potensial membahayakan sehingga internet menjadi sebuah dunia sekaligus sumber informasi yang berbahaya jika digunakan secara tidak semestinya dan tanpa pengawasan langsung dari orang tua. Konten yang tidak layak untuk anak-anak diantaranya yaitu konten pornografi, kekerasan, obat-obat terlarang, perjudian, dan lain-lain.

“Kemudahan mendapatkan informasi di Internet harus selalu diikuti dengan keamanan, terlebih untuk anak-anak karena internet menyediakan seluruh informasi yang baik dan buruk. Menggunakan module pengamanan pada perangkat komputer yang digunakan untuk berinternet akan sangat membantu, namun yang terpenting adalah pendekatan orang tua ke anak,” ujar Yudhi Kukuh dari ESET Indonesia, di keterangan resminya.

Dari hasil riset yang dilakukan ada 1 dari 7 orang anak berusia antara 10 sampai 17 tahun yang mengalami pelecehan seksual dalam bentuk ajakan untuk melakukan seks secara online. pelecehan tersebut biasanya melalui media chatting. Selain itu hanya dengan melakukan pencarian sederhana menggunakan acid engine, sudah mampu membuka 200 juta halaman porno di internet.

Atas hal tersebut ESET kemudian melibatkan para orang tua sebagai sumber information untuk mengetahui potensi bahaya internet terhadap anak-anak. Hasil akhir dari proses kepedulian tersebut adalah fitur parental control pada program ativirus ESET.

Menurut temuan yang diperoleh Online Security Brand Tracker, sebuah lembaga riset yang terlibat dalam melakukan proyek penelitian bersama dengan InSites Consulting (April – May 2011), yang mana ESET juga terlibat didalamnya, menemukan bahwa lebih dari separuh pengguna internet atau sekira 53.7 persen menilai bahwa kerentanan anak-anak terhadap paparan konten yang tidak layak merupakan ancaman yang besar. Sementara 25,9 persen di antaranya menganggap sebagai ancaman terbesar, lalu 14,6 persen menilainya sebagai ancaman yang sangat besar dan 13,2 persen menilainya sebagai ancaman yang cukup besar

Antivirus ESET dengan teknologi ThreatSense hasil pengembangan terbaru akan semakin cepat dan akurat dalam melakukan deteksi proaktif. Pemakaian memory yang kecil di dalamnya juga membuat tetap ringan dengan performa yang tetap dapat diandalkan.

Berikut adalah 5 tips penting dari Eset untuk para orang tua:

  •  Buatlah akun dan username tersendiri untuk anak anda: Anak-anak harus punya akun sendiri di PC, dan memiliki username sendiri. Inilah satu-satunya cara yang efisien untuk mengawasi aktifitas apa saja yang dilakukannya di internet dan orang tualah yang menjadi complement administratornya.
  •  Update. Software antivirus dan parental control harus tetap refurbish
  •  Awasi situs-situs yang dikunjungi anak lewat histori browsing. Jika ditemukan histori yang terhapus, bisa menjadi pertanda awal jika ada yang dirahasiakan. Diskusikanlah dengan mereka tentang hal itu.
  •  Awasi web camera pada komputer. Pastikan kamera webcam tidak terkoneksi dengan internet jika kamera tidak sedang digunakan.
  •  Periksalah konfigurasi akun jejaring sosial anak anda: Wall facebook adalah tempat untuk berbagi di ranah publik, sama sekali tidak ada batasan, sehingga potensial memunculkan resiko bagi keamanan anak-anak.

Sejarah Asal Usul Internet


 

Kita sudah sering ya mendengar kata internet, tapi apa sobat sudah tahu asal-usul internet itu? Berikut penjelasannya :
Internet dan sejarahnya
tidak terlepas dari terbentuknya sebuah jaringan komputer yang dilakukan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), yaitu dengan mendomonstrasikan perpaduan antara Hardware dan Software dengan komputer berbasis UNIX, Komunikasi jarak jauh dapat dilakukan tanpa ada batasan yang tidak terhingga melalui saluran telepon. 

 
ARPANET kemudian merancang sebuah jaringan dengan kehandalan teknologi informasi yang dapat memindahkan information dalam jumlah besar dan dalam waktu yang singkat, dan ditetapkan sebagai sebuah standar pembangunan protokol baru yang saat ini dikenal TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) dan disinilah awal dari segala sejarah internet yang dikenal luas sampai saat ini.


Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah critical untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.


Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.


Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu “MILNET” untuk keperluan militer dan “ARPANET” baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.