Kamis, 10 Oktober 2013

Berita Yang Layak Diangkat Dan Memiliki Nilai Berita

Sebuah berita layak diangkat sebagai berita karena ia dipandang memiliki nilai berita. Semakin tinggi nilai suatu berita semakin layak ia diangkat sebagai berita. Menarik tidaknya sebuah kejadian atau peristiwa  untuk diangkat menjadi berita bergantung pada beberapa faktor.

Peristiwa-peristiwa dan situasi tertentu bisa dipandang sebagai layak berita, umumnya karena ia memiliki karakteristik tertentu. Tentu saja tidak semua kejadian bisa memiliki karakteristik khusus tersebut. Namun paling tidak ia mempunyai salah satu ciri dari beberapa karakter seperti berikut :

Dari Perspektif Surat Kabar
  1. Berita itu tidak biasa
  2. Berita itu baru
  3. Berita itu terbit untuk menginformasikan atau menjelaskan lebih cepat dari yang lain
  4. Berita itu memiliki daya tarik yang luas dan umum
  5. Berita itu bersifat lokal
  6. Berita itu memiliki dampak
  7. Berita itu menarik
  8. Berita itu tepat pada waktunya
  9. Berita itu dekat
  10. Berita itu informatif
  11. Berita itu konflik
  12. Berita itu tentang manusia/masyarakat
  13. Berita itu melibatkan orang tertentu/terkenal
  14. Berita itu mengejutkan/surprise
Dari Perspektif  Majalah
  1. Berita itu khusus terkait dengan kepentingan majalah
  2. Berita itu menghibur selain informatif
  3. Berita itu melibatkan tokoh
Dari Perspektif Broadcast/Audio visual
  1. Berita itu visual
  2. Berita itu hidup/live
  3. Berita itu nasional atau internasional
  4. Berita itu personal
  5. Berita itu melibatkan orang terkenal
  6. Berita itu inovatif
  7. Berita itu komersial
  8. Berita itu tidak biasa

Senin, 07 Oktober 2013

Tentang Pengertiang Berita

Sudah banyak pandangan tentang pengertian berita yang dilontarkan oleh para teoretisi dan praktisi media. Ada yang mengatakan bahwa "NEWS" itu adalah informasi yang datang dari empat penjuru arah mata angin, North East West South. Ada pula yang memberikan tentang pengertian berita (news) merupakan bentuk jamak (plural) dari new.
Adalagi definisi berita yang sudah cukup lama populer dikalangan orang pers. Jika anjing menggigit orang itu bukan berita, tetapi jika orang menggigit anjing itu baru namanya  berita.

Namun menurut Mahbub Junaidi, seorang kolumnis kawakan, berhubung jarang sekali ada lelaki yang menguber dan menggigit anjing, apa berarti koran harus kosong? Tidak punya berita? Tentu saja tidak. Lagipula bukankah anjing menggigit orang bisa juga jadi berita? Kalau yang digigit adalah selebriti misalnya, atau orang penting dan terkenal seperti bupati atau presiden.Kalau nunggu ada orang menggigit anjing kapan berita akan muncul?

Untuk mengetahui apa itu berita, Rosihan Anwar dalam bukunya mengatakan ; "Reporter tentunya hanya menginsafi bahwa surat kabar, radio dan televisi memberitakan atau melaporkan kejadian yang penting untuk diketahui khalayak ramai."

Jadi secara simpel berita itu bisa di definisikan : Apa yang ingin dan perlu orang ketahui.

Dari perspektif sejarah, kita melihat gambaran lain tentang kehadiran berita dalam pertumbuhan kita sebagai sebuah bangsa. Dalam essai nya, "Pers Dan Tumbuhnya Nasionalisme Indonesia", sejarahwan Prof. Taufik Abdullah menulis ;
"Diawal pertumbuhan pers, apa yang disebut berita lebih banyak merupakan kabar perdagangan yang sesungguhnya tak lain adalah iklan perusahaan yang di selang-selingi dengan kabar keseharian, seperti perampokan, kebakaran dan sebagainya."

Dari beberapa pandangan tentang pengertian berita diatas, ada beberapa hal umum yang bisa dikedepankan bahwa :  Berita adalah kabar keseharian atau laporan kejadian yang menarik. Berita tidak hanya kejadian yang kebetulan, tetapi berita ternyata bisa dibuat dan direkayasa.